Jumat, 04 Mei 2018

Ego"Tinggal Kelas"

Ketika dirimu menyukai, gandrung, mencintai sesuatu, sebenarnya yang menikmati rasa suka, gandrung, dan cintamu itu  obyek yang kau cintai ataukah dirimu sendiri? Jangan-jangan semua itu hanya bagian dari hasrat pemenuhan keinginanmu, ambisimu, ego pribadimu? Jangan-jangan semua itu sekedar hubungan transaksional belaka?  Lagi-lagi, dalam rangka pencapaian rasa puasmu terhadap segala hal yang kau sangka sebagai prestasi, keunggulan diri atas liyan, prestise dan pamor yang melonjak tinggi, minimal rasa puasmu terhadap pemenuhan 'ketenangan' batinmu sendiri.

Atau memang demikianlah adanya? 'Rasa' yang hadir itu memang bagian dari mekanisme 'normal' perjalanan hidup. "Kulit ari"nya memang untuk pemenuhan 'ego' pribadi. Secara hormonal, memang demikianlah proses yang alami. Dari perspektif evolusi, pola tingkah yang demikian memang hasil 'seleksi alam' yang paling sesuai.

Namun dalam perjalanannya, 'ego' itu bisa jadi mengalami perkembangan. Yang semula sebatas kesadaran atas diri pribadi, berkembang menjadi 'pribadi' yang lebih luas. Engkau dan pasanganmu, engkau dan keluargamu, tetangga-tetangga sekitarmu, komunitas, trah, golongan, kaum, bangsa, dan seterusnya. Meski seringkali untuk 'naik kelas' memiliki ego yang 'meluas' seperti itu sangat tidak mudah. Sampai ujung waktu pun, sangat mungkin masih berkutat di level 'pribadi' terendah.

Memang tidak bisa disalahkan ketika ada yang masih berkutat di situ-situ saja. Setiap orang memiliki kadar kendali atas egonya masing-masing. Benturan antar 'ego' sudah bukan perkara asing. Dan justru dari situlah drama maha kolosal kehidupan berjalan, dan acapkali bikin kita yang terlibat di dalamnya pusing.

Jadi, woles saja. Hidup memang demikian adanya. Kalau suatu ketika dihadirkan 'rasa' itu padamu, entah kepada apa atau siapa, nikmati saja. Perkara 'rasa' itu berujung pada pemenuhan 'ketenangan' batinmu, atau sebaliknya, malah bikin makin merana, maka pandai-pandai saja mengelola 'ego', ya!

" 'Aku' sayang 'kamu' ".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salah, hah? Mana?